Dengan haluan untuk mendukung Indonesia yang berbudaya, Ceritera Nusantara Nawasena lahir pada tahun 2025 sebagai ruang hidup bagi gagasan, tempat bertumbuhnya imajinasi, dan wadah inkubasi bagi karya-karya yang bersumber dari akar budaya Nusantara. Di persimpangan antara tradisi dan inovasi, kami merangkai narasi yang berkelindan dengan kekayaan seni—baik yang tangible maupun intangible dalam ingatan kolektif.
Kami meyakini bahwa film bukan sekadar hiburan semata, melainkan medium yang kuat untuk menghidupkan literasi, memperkuat identitas, dan menyuarakan warisan budaya dengan cara yang segar dan bermakna. Dalam semangat pelestarian yang progresif dan kolaborasi lintas batas, Ceritera Nusantara bertekad melahirkan karya-karya yang bukan hanya menghibur mata, tetapi juga menyentuh nurani—menginspirasi, mengedukasi, dan memberi arti di tengah arus zaman.
Ceritera Nusantara diharapkan akan menjadi rumah inkubasi ide serta media penghubung yang menghasilkan karya berkualitas dengan cara mengarsipkan budaya tutur dan mendokumentasikan seni-budaya Nusantara dalam bentuk karya audiovisual, membangun jaringan kolaborasi kreatif antara seniman, budayawan, komunitas, hingga praktisi perfilman, dan dalam perjalanannya, berupaya menciptakan dampak positif berkelanjutan yang memotivasi, menginspirasi, dan memberdayakan masyarakat dan generasi muda masa depan.
Pohon adalah simbol kehidupan, pertumbuhan, keterhubungan lintas zaman. Begitu pun kebudayaan Nusantara. Inti dari logo Ceritera Nusantara Nawasena ini terfokus pada inti dari segala yang melambangkan pemahaman mendalam tentang hakikat kehidupan dan kebudayaan itu sendiri.
Filosofinya hendak mewakili visi dan misi Ceritera Nusantara terkait eksplorasi (riset) dan kolaborasi. Pengingat bahwa untuk memahami hakikat sejati suatu entitas (Nusantara), kita harus berusaha memahami lapisan terdalam kebudayaan dan mengenali keindahan di dalamnya.
Ceritera Nusantara Nawasena berupaya menjadi rumah inkubasi bagi berbagai medium, antara lain
- IP (literasi, narasi, konten, skenario, dan riset),
- Film market, distribusi, dan entertainment effect (event, musik, dan film),
- Produksi film dan kolaborasi.
Jika kita berbicara tentang budaya, kita bicara tentang manusia. Ceritera Nusantara lahir dari mimpi Linda Ochy dan Astri Apriyani untuk menjadi bara api, pemicu, penggerak bagi banyak pihak, siapa pun yang merasa manusia, untuk kembali kepada budaya Nusantara, mencintainya, dan menghidupinya. Karena budaya pada dasarnya menggambarkan bentuk termurni sebuah hubungan: hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, manusia dengan alam.

Linda Ochy
Mengawali kiprah di dunia perfilman Indonesia sebagai publisher, lalu merambah sebagai produser salah satunya adalah Membicarakan Kejujuran Diana (2021) yang meraih penghargaan Film Cerita Pendek Terpilih Piala Maya 2021 dan Penghargaan Akhir Juri untuk Film Cerita Pendek FFI 2021.
Sebagai sutradara dokumenter, Linda merilis tiga film dokumenter, yaitu Nada-Nada Penting, Mena Musik Amboina, dan Musik Bhumi Sambhara Budhara, serta yang terbaru dokumenter Koesroyo: The Last Man Standing, biografi hidup salah satu personel Koes Plus, musisi dari grup band legendaris Indonesia.
Selain di industri film, Linda juga aktif sebagai Creative Program dan relawan di Yayasan Sadar Nusantara “Sanustra”; sebuah gerakan untuk menjelajahi, menghubungkan, dan menemukan kembali diri yang sebenarnya.

Astri Apriyani
Penulis skenario yang banyak berkarya di ranah penulisan skenario dokumenter, film pendek, dan web series. Karya-karyanya mencerminkan perpaduan narasi budaya dengan teknik bercerita sastrawi, yang mampu menghidupkan kisah-kisah nyata dengan kedalaman, seperti dalam beberapa karya terbarunya: tiga seri dokumenter tari Nusantara (Arunika, Niskala, dan Abhipraya), 360 Virtual Experience masyarakat Dayak di Kapuas Hulu Kalimantan Barat lewat proyek Merapah Banua, dan dokumenter musik Koesroyo: The Last Man Standing, tentang kehidupan personel terakhir Koes Plus yang masih hidup, Yok Koeswoyo.
Beberapa tahun terakhir, ia fokus menginkubasi ide dan mengembangkan narasi bersama Ceritera Nusantara Nawasena.

Citrani Eka Lamda
Art director Ceritera Nusantara Nawasena.

Rizky Asy
Director of photography Ceritera Nusantara Nawasena.

Andika Febriyanto
Production & Logistics Ceritera Nusantara Nawasena.

